Perbedaan Narasi Sugestif dan Narasi Ekspositori
PENGERTIAN NARASI
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia ditemukan bahwa narasi adalah
penceritaan suatu cerita atau
kejadian (Tim Penyusun Kamus,
1995:685). Sedangkan menurut Keraf, (1985:135),
bahwa narasi adalh suatu bentuk wacana
yang berusaha mengisahkan suatu kejadian
atau peristiwa sehingga tampak seolah -
olah pembaca melihat atau mengalami sendiri
peristiwa itu. Oleh karena itu, unsur
yang penting pada sebuah narasi adalah unsur
perbuatan atau tindakan. Pendapat Keraf
didukung oleh Akhadiah yang menyatakan
bahwa narasi adalah suatu karangan atau wacana yang
mengisahkan atau menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dalam
suatu rangkaian waktu. Dalam tulisan narasi terdapat beberapa unsur
utama yakni kejadian atau peristiwa, tokoh atau pelaku pelaku, latar atau setting(tempat,
waktu, suasana, alat), sudut pandang, alur, dan tema. Narasi dibedakan menjadi
2, yaitu:
Narasi sugestif adalah narasi
yang menceritakan tentang khayalan, imajinasi pengarang dan dapat juga
menceritakan suatu peristiwa yang ada dalam kehidupan nyata. Dalam membuat
narasi ini di butuhkan daya khayal dan imajinasi yang tinggi agar mendapat
kesan yang sama dengan peristiwa kehidupan nyata. Contoh dari paragraf narasi
sugestif adalah berbagai cerita dari cerpen, novel dongeng dan sebagainya.
Langkah-langkah Menyusun Paragraf Narasi Sugestif
- Tentukan terlebih dahulu tema
- Seteah menentukan tema, jangan lupa tentukan amanat yang akan disampaikan.
- Tetapkan siapa yang akan menjadi sasaran pembaca kita
- Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang
- Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
- Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
- Rincian peristia-peristiwa uatama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
2.
NARASI
EKSPOSITORIS
![]() |
Narasi
ekspositoris adalah narasi yang menceritakan suatu peristiwa yang benar-benar
terjadi(fakta) dan harus sesuai dengan logika.Hal yang paling penting dalam
pembuatan narasi ekspositoris adalah menurut akal sehat atau penalaran. Isi
dari narasi tersebut menyampaikan informasi untuk memperluas pengetahuan
pembaca. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, riwayat
perjalanan.
Langkah-langkah Menyusun Paragraf Narasi Ekspositoris
- Tentukan terlebih dahulu tema
- Setea menentukan tema, jangan lupa tentukan amanat yang akan disampaikan.
- Tetapkan siapa yang akan menjadi sasaran pembaca kita
- Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang
- Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
- Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal cerita, perkembangan cerita, dan akhir cerita
- Rincian peristia-peristiwa uatama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
PERBEDAAN NARASI SUGESTIF DAN NARASI
EKSPOSITORI
Narasi sugesti:
1. Narasi
sugestif menimbulkan daya khayal dan imajinasi pengarang dalam kehidupan nyata
2. Narasi
segestif bersifat khiasan atau lambang, dan tidak nyata
3. Narasi
sugestif tidak menyampaikan makna atau amanat secara langsung melainkan pembaca harus membacanya berulang-ulang agar dapat memahami isi narsi tersebut
4. Contoh
narasi sugestif ialah dongeng, cerpen, dan sebagainya
5. Dalam
narasi sugestif tidak perlu ada penalaran makna karena akan menimbulkan cerita
yang membosankan. Contohnya dongeng,cerpen dan sebagainya.
Narasi ekspositori:
1. Narasi
ekspositori bersifat fakta atau nyata yang terjadi dalam kehidupan pengarang
2. Narasi
ekspositori bertujuan menyampaikan informasi tentang suatu kejadian
3. Narasi
ekspositori dapat memperluas pengetahuan pembaca
4. Dalam
narasi ekspositori, bahasanya cenderung informatif, dan menggunakan kata-kata
denotatif
5. Contoh
narasi ekspositori ialah biografi, autobiografi, riwayat perjalanan, dan
sebagainya
6. Narasi
ekspositori berdasarkan penalaran
Pada saat ini rudi
sedang menatap buku tugas yang ada di depannya. Ia terpaku karena tugas
tersebut belum selesai. Dalam hati ia menyesal, karena semalam ia menhabiskan
waktunya dengan menonton film kesukaannya. Tak satu pun pertanyaan ia jawab.
Terlintas dalam pikirannya untuk bertanya dengan teman yang duduk di sampingnya.
Namun, ketakutan merayapi perasaannya, mengingat tugas tersebut harus segera di
kumpul saat itu juga
CONTOH NARASI EKSPOSITORI


Komentar
Posting Komentar